Minggu, 28 Maret 2010
Peran NU Diharapkan Lebih Meningkat
MAKASSAR--Segudang harapan mengemuka usai terpilihnya rais am maupun ketua umum tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru. Duet KH Sahal Mahfudz (rais am) dan KH Said Aqil Siraj diharapkan dapat lebih mengembangkan peran NU bagi umat Islam di Tanah Air.
Ketua MUI yang juga mantan rais syuriah PBNU, KH Ma'ruf Amin, berharap duet kedua tokoh NU itu bisa meningkatkan peran NU untuk memberikan manfaat kepada umat dan masyarakat Indonesia. ''Ini adalah pilihan terbaik muktamirin,'' ujarnya di Makassar.
Muktamirin telah menentukan pilihannya dengan langsung, bebas dan rahasia. ''Dan, insya Allah ini adalah hasil yang sangat baik bagi warga NU,'' tandas Ma'ruf yang ditemui Republika sesaat setelah pemilihan ketua umum PBNU.
Harapan senada diungkapkan Dirjen Bimas Islam Departemen Agama yang juga mantan Katib Aam PBNU, Nasaruddin Umar. Menurutnya, ke depan tantangan yang dihadapi NU sangatlah besar. Karena itu, tampilnya kembali KH Sahal Mahfudz yang dikenal sebagai ulama sepuh dan ahli di bidangnya, mampu memberikan pengayoman yang baik bagi warga NU serta masyarakat Indonesia secara umum. ''Ini adalah duet yang sangat pas,'' pujinya.
Sementara, tokoh NU Kalimantan Selatan yang juga Wakil Gubernur Kalsel, H Rosehan, menilai terpilihnya kembali KH Sahal menjadi merupakan sebuah kepercayaan yang sangat tinggi dari Nahdliyyin atas kepemimpinannya selama ini di NU. Sahal dinilainya sebagai ulama sepuh dan secara moral memiliki kharismatik yang tinggi. ''Begitu juga ilmu dan pengalaman yang dimiliki Said Agil Siraj. Mudah-mudahan meski NU tidak berpolitik praktis, di bawah kepemimpinan keduanya mampu menaungi warga NU yang ingin berpolitik,'' harapnya.
Ketinggian Gunung Slamet Bertambah 100 Meter
BANYUMAS--Gunung rupanya bisa juga bertambah tingginya. Lihat saja, ketinggian Gunung Slamet yang terletak di Jawa Tengah. Akibat tumpukan material vulkanik di puncaknya, membuat ketinggian Gunung Slamet bertambah 50-100 meter.
Administratur Perhutani Banyumas Timur, Andi Riana, menjelaskan tumpukan material vulkanik itu merupakan imbas dari aktivitas vulkanik tahun 2009. Namun lantaran masih baru, tumpukan itu pun masih labil dan mudah longsor. ''Bahkan akibat tumpukan material vulkanik itu, saat ini telah merubah bentuk puncak Slamet sekaligus menambah ketinggian sekitar 50-100 meter,'' katanya.
Dia menyebutkan, material vulkanik yang dimuntahkan gunung Slamet selama aktivitas tahun 2009, menghampar di puncak gunung dengan area seluas 2.500 hektare. Sebelumnya, ketinggian gunung Slamet tercatat setinggi 3.428 meter di atas permukaan laut (dpl).
Selain puncak gunung Slamet yang bertambah tinggi, Riana mengungkapkan, aktivitas lain dari gunung yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Banyumas itu, telah membuat kawah utama gunung bergeser sejauh 200 meter dari kawah lama ke utara atau arah Kabupaten Pemalang dan Tegal.
Meski tak lagi melakukan aktivitas berarti, status bahaya Gunung Slamet itu sendiri, saat ini masih berada dalam level waspada. Status ini ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, sejak 29 Juni 2009.
Administratur Perhutani Banyumas Timur, Andi Riana, menjelaskan tumpukan material vulkanik itu merupakan imbas dari aktivitas vulkanik tahun 2009. Namun lantaran masih baru, tumpukan itu pun masih labil dan mudah longsor. ''Bahkan akibat tumpukan material vulkanik itu, saat ini telah merubah bentuk puncak Slamet sekaligus menambah ketinggian sekitar 50-100 meter,'' katanya.
Dia menyebutkan, material vulkanik yang dimuntahkan gunung Slamet selama aktivitas tahun 2009, menghampar di puncak gunung dengan area seluas 2.500 hektare. Sebelumnya, ketinggian gunung Slamet tercatat setinggi 3.428 meter di atas permukaan laut (dpl).
Selain puncak gunung Slamet yang bertambah tinggi, Riana mengungkapkan, aktivitas lain dari gunung yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Banyumas itu, telah membuat kawah utama gunung bergeser sejauh 200 meter dari kawah lama ke utara atau arah Kabupaten Pemalang dan Tegal.
Meski tak lagi melakukan aktivitas berarti, status bahaya Gunung Slamet itu sendiri, saat ini masih berada dalam level waspada. Status ini ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, sejak 29 Juni 2009.
Langganan:
Postingan (Atom)
Daftar Blog Saya
Bloggroll
- http://www.blokagung.net
- http://www.darulaitam.blogspot.com/
- http://www.fauzanihsan.blogspot.com/
- http://www.maablokagung.blogspot.com/
- http://www.mtsablokagung.blogspot.com/
- http://www.nusantaraschool.blogspot.com
- http://www.smablokagung.blogspot.com/
- http://www.smkblokagung.blogspot.com/
- http://www.smpplusblokagung.blogspot.com/
- http://www.staidablokagung.blogspot.com/
