Sabtu, 13 Maret 2010

Catatan Perjuangan Ibu

Hari itu tanggal 14 Januari 2010 aku duduk dalam sebuah bis dengan adekku, menempuh perjalanan dari Jombang ke Surabaya. Bis terbilang agak penuh, ada beberapa orang yang harus berdiri. Cuaca cukup panas, terlebih bis tidak ber-ac. Tiba-tiba di sampingku ada seorang ibu yang sedang hamil berdiri. Melihat ada orang hamil aku spontan berdiri dan memberikan tempat dudukku untuk dia. Tapi ibu yang mungkin berumur awal 30-an ini mengibaskan tangannya pelan sebagai tanda menolak sambil berkata, "Matur nuwun mbak, saya mau ngamen kok." Aku kaget, lalu tersenyum pada ibu cantik ini dan duduk kembali. Tidak begitu lama ditengah bau keringat menyengat dan penumpang yang penuh, ibu ini menyanyikan beberapa lagu sambil mengunakan ecek-ecek yang terbuat dari tutup tutup botol yang di rangkai di sepotong kayu.

Ada perasaan menyayat mendengar nyanyian ibu ini. Keringat mengucur dari keningnya, dan dia berulang kali harus melindungi perutnya dengan tangan atau memiringkan badannya setiap kali ada penumpang yang naik atau turun atau ketika kondektur bolak-balik untuk menarik karcis. Beban hidup telah memaksanya melakukan ini. Tentu dia mengumpulka recehan-recehan dari penumpang untuk kelangsungkan hidupnya. Bisa jadi untuk persiapan melahirkan. Benar-benar pengorbanan seorang ibu yang luar biasa.

Pada tanggal 12-15 Januari 2010 setiap pagi aku selalu menikmati sebungkus nasi pecel yang dilengkapi dengan peyek yang dibungkus plastik. Seorang Ibu yang sedang hamil tua setiap pagi selalu datang dengan membawa sekeranjang nasi bungkus yang dia jual pada penunggu di RS Dr Soetomo Surabaya di ruangan IRD (Instalasai Rawat Darurat). Dia naik turun dari lantai dasar hingga lantai 3 setiap pagi menggunakan tangga, karena elevator di gedung ini tidak berfungsi. Tentu ini bukan hal yang mudah atau bukan tidak beresiko bagi perempuan hamil, tapi ibu yang selalu memberikan senyumnya ini tetap melakukannya. Biaya melahirkan, biaya membesarkan anak bisa dipastikan sebagai alasan utamanya tetap menekuni pekerjaan ini._Selengkapnya (http://www.eling-nduk.blogspot.com/)

Tidak ada komentar: