Sabtu, 13 Maret 2010

Ibuku...Kebanggaanku

Ibu. Siapa yang tak bangga akan ibunya? Kalau memang ada, mungkin akalnya sudah berkurang. Dalam episode ini (kontribusi blogger, inspirasi untuk negeri) aku akan menuliskan tentang ibuku, tidak hanya karena ia melahirkan, menyusui, dan mengasuhku dengan cermat dan teliti-penuh kasih sayang. Hal ini sangatlah lazim meski kita tak akan pernah mampu membayarnya. Mak (begitulah biasanya aku memanggil beliau) biarkan aku ukir namamu dalam tulisanku. Tidak untuk apa-apa. Aku hanya ingin orang lain tahu akan bagaimana kehebatanmu dalam memperjuangkan kehidupan kami, anak-anakmu.
Ibuku adalah seorang perempuan yang memiliki ketabahan luar biasa. Ditahun 1998, dimana krisis moneter mulai menerpa indonesia. Semua bahan pokok naik. Disinilah aku mulai merasakan bagaimana menderitanya ibuku. Dengan kondisi keuangan yang kadang ada kadang tidak, harus menghidupi kami anak-anaknya yang masih usia sekolah. bahkan adik bungsuku masih berusia sembilan bulan. Masih sangat kecil. Ditambah nenekku yang memang sama sekali sudah tidak bisa bekerja.
Dalam kekacauan ekonomi. Mencari lembaran rupiah dengan tangannya sendiri. Sedangkan ayahku pergi tanpa pamit sejak satu setengan tahun yang lalu, entah kemana rimbanya. Seperti hilang ditelan hujan. Sedikitpun kabar tak pernah kami dengar. Apakah ayahku masih hidup atau sudah mati? Tak ada yang tahu!
Seorang perempuan desa tanpa pendidikan dan keterampilan khusus. Jadilah ibuku seorang buruh kasar di PT perkebunan kelapa sawit. Jam tiga dini hari ibuku harus sudah terjaga, disaat kebanyakan orang sedang dimabuk mimpi, ibuku malah sibuk di dapur menyiapkan bekal makanan yang akan mengganjal perutnya nanti dikebun. Jam 04.00 ibuku juga harus sudah ikut berbaris rapi menanti mobil truk pengangkut para buruh dan siap berhimpitan dengan buruh-buruh lainnya. _Selengkapnya(http://www.ridhakemuning.blogspot.com/2010/02/ibukukebanggaanku.html)

Tidak ada komentar: