Sabtu, 13 Maret 2010

UN, Lebih Cepat Lebih Baik



JAKARTA--Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari. Ujian yang sempat menjadi kontroversi karena jadwalnya dimajukan ini ditentang sejumlah kalangan, baik dari para pendidik, pengamat pendidikan, maupun sebagian para siswa yang akan melaksanakan UN.
Namun demikian, adanya juga sebagian siswa yang mengaku pelaksanaan UN yang dimajukan dari jadwal adalah sebuah langkah tepat, bahkan mereka mengatakan lebih cepat UN lebih baik. Evi Suryani misalnya, siswa kelas tiga jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMAN 103 Jakarta ini mengaku senang UN dimajukan agar dia dapat mempersiapkan Saringan Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan jangka waktu yang lebih lama.
"Awalnya kesel sih dimajuin, tapi lama-lama saya pikir, lebih cepat UN lebih baik supaya bebannya berkurang jadi bisa fokus ke SNMPTN," ujarnya kepada Republika, Ahad (14/3).
Evi mengatakan, dia telah mengikuti lima kali trt out di sekolah untuk mempersiapkan UN. ''Hasilnya terus meningkat di beberapa pelajaran. Nggak kesel sih dimajuin, biar cepat selesai, kalau makin lama juga nggak enak. Kalau UN selesai jadi ada waktu lebih panjang untuk persiapan SNMPTN di bimbingan belajar," jelasnya.
Suasana saat berlangsungnya UN.Hal yang senada juga dikatakan Zulfah, siswa kelas tiga jurusan IPS SMAN 39 Jakarta, dia mengaku sudah siap dan tidak sabar menghadapi UN. "Stres sih nggak cuma lelah karena terus latihan soal UN, di sekolah udah enam kali try out. UN lebih cepat lebih baik," jelasnya.
Sama seperti Evi, menurut Zulfa, dengan dimajukannya UN para pelajar bisa memanfaatkan waktu lebih banyak untuk SNMPTN. "Kalau saya sih nggak ikut bimbingan belajar dan nggak akan ikut SNMPTN juga, jadi udah nggak sabar mau ngelewatin UN biar cepat, lebih cepat lebih baik, soalnya saya udah diterima PMDK di Jurusan Manajemen FE UI," jelasnya. (republika.co.id)

UN, Lebih Cepat Lebih Baik

JAKARTA--Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari. Ujian yang sempat menjadi kontroversi karena jadwalnya dimajukan ini ditentang sejumlah kalangan, baik dari para pendidik, pengamat pendidikan, maupun sebagian para siswa yang akan melaksanakan UN.
Namun demikian, adanya juga sebagian siswa yang mengaku pelaksanaan UN yang dimajukan dari jadwal adalah sebuah langkah tepat, bahkan mereka mengatakan lebih cepat UN lebih baik. Evi Suryani misalnya, siswa kelas tiga jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMAN 103 Jakarta ini mengaku senang UN dimajukan agar dia dapat mempersiapkan Saringan Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan jangka waktu yang lebih lama.
"Awalnya kesel sih dimajuin, tapi lama-lama saya pikir, lebih cepat UN lebih baik supaya bebannya berkurang jadi bisa fokus ke SNMPTN," ujarnya kepada Republika, Ahad (14/3).
Evi mengatakan, dia telah mengikuti lima kali trt out di sekolah untuk mempersiapkan UN. ''Hasilnya terus meningkat di beberapa pelajaran. Nggak kesel sih dimajuin, biar cepat selesai, kalau makin lama juga nggak enak. Kalau UN selesai jadi ada waktu lebih panjang untuk persiapan SNMPTN di bimbingan belajar," jelasnya.
Suasana saat berlangsungnya UN.Hal yang senada juga dikatakan Zulfah, siswa kelas tiga jurusan IPS SMAN 39 Jakarta, dia mengaku sudah siap dan tidak sabar menghadapi UN. "Stres sih nggak cuma lelah karena terus latihan soal UN, di sekolah udah enam kali try out. UN lebih cepat lebih baik," jelasnya.
Sama seperti Evi, menurut Zulfa, dengan dimajukannya UN para pelajar bisa memanfaatkan waktu lebih banyak untuk SNMPTN. "Kalau saya sih nggak ikut bimbingan belajar dan nggak akan ikut SNMPTN juga, jadi udah nggak sabar mau ngelewatin UN biar cepat, lebih cepat lebih baik, soalnya saya udah diterima PMDK di Jurusan Manajemen FE UI," jelasnya. (republika.co.id) _http://www.blokagung.net/detail.php?id=1398

Tidak ada komentar: